Pelaku peledakan Bom JW Marriot orang Indonesia
Pelaku peledakan bom di hotel JW Marriott Jumat 17 Juli 2009 diduga adalah orang Indonesia, bukan orang asing, karena yang bersangkutan fasih menggunakan bahasa Indonesia. Ini seperti diungkapkan saksi kunci Didik Ahmad Taufik kepada detikcom.

Korban Bom Marriott
Didik adalah Supervisor Security di Hotel JW Marriot, yang kini terpaksa dirawat intensif di RS Jakarta karena luka bakar serius.Ia memastikan dugaan pelaku peledakan bom setelah melihat gambar tayangan CCTV dilayar TV sesaat sebelum bom meledak.
Menurut Didik, waktu itu ia sedang berada di depan lounge dan melihat pelaku sedang berjalan ke arah ruangan W Lounge Hotel JW Marriott dengan membawa travel bag. Perilaku pelaku sempat dirasakan mencurigakan , dan ketika ditanya pelaku mengaku bermaksud memberikan pesanan untuk bosnya.
Didik lantas mempersilahkan pelaku tersebut yang masuk sambil diantar teman Didik. Ia sempat melihat pelaku mengeluarkan HP sambil celingak-celinguk dan tak lama setelah Didik berbalik arah terdengar suara yang sangat keras dari arah belakang.
Apakah pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah kelompok Noordin M Top?
Seperti diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, diduga kuat Jaringan Noordin M Top ada dibalik aksi ini, melihat bom yang meledak di Hotel JW Marriott identik sama dengan yang ditemukan di Cilacap.
Disarikan dari detik.com
Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
Duka cita yang dalam.
Bunga Bukan Bom….
Kasih Bukan Kekerasan….
Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….
Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..