WS Rendra meninggal dunia. Penyair yang akrab dengan julukan “Si Burung Merak” itu menurut keterangan putrinya, Clara, meninggal dunia hari ini Kamis malam 6 Agustus 2009 sekitar pukul 22.15 di Depok, Jawa Barat.

WS Rendra -detik.com
Dilahirkan di Solo 7 November 1935, WS Rendra si burung merak meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Sebelumnya WS Rendra sempat di rawat di Rumah Sakit Cinere sejak 25 Juni, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita dan terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading karena menderita jantung koroner.
WS Rendra meninggal belum berselang lama setelah Mbah Surip meninggal dan dimakamkan di tempat pemakaman bengkel teater miliknya di Citayam, Depok.
Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya.
Semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNYA. Amin
Sumber detik.com dan berbagai sumber.
Rencana perdamaian antara Prita Mulyasari vs RS Omni International akhirnya digelar dengan dimediasi Pjs Walikota Tangerang Selatan, M Saleh. Pertemuan pertama untuk rencana perdamaian itu diadakan di Restoran Telaga Seafood Bumi Serpong Damai pukul 14.00 siang selama 1.5 jam (5/8/09).
Dalam rencana perdamaian ini pihak RS Omni International berencana akan mencabut gugatan terhadap Prita Mulyasari. Gugatan perdata Prita Mulyasari diadukan oleh RS Omni International, dr Hengky dan dr Grace terkait perbuatan melawan hukum dimana Prita Mulyasari dituntut untuk mengganti rugi dan meminta maaf di media nasional. Sementara gugatan pidana terhadap Prita dilayangkan oleh dr Hengky dan dr Grace atas tuduhan pencemaran nama baik.
Draft rumusan rencana perdamaian itu sendiri masih dirumuskan oleh pengacara RS Omni International. Sementara dalam pertemuan tadi Prita Mulyasari mengaku tidak merasa dirugikan, dimana Prita tidak diwajibkan untuk meminta maaf di media nasional dan membayar ganti rugi.
Pertemuan rencana perdamaian selanjutnya akan kembali difasilitasi Pjs Walikota Tangerang Selatan M Saleh.
Semoga ini menjadi jalan terbaik bagi Prita Mulyasari dan RS Omni International.
Akhirnya selesai di sholatkan, Mbah Surip dimakamkan malam itu juga hari Selasa 4 Agustus 2009 sekitar pukul 23.10. Pemakaman Mbah Surip dilakukan di tempat pemakaman Bengkel Teater, Citayam, Depok setelah sebelumnya dilakukan prosesi pernikahan putri ketiga Mbah Surip, Resia Tri Kresnawati.
Resia Tri Kresnawati yang rencana semula menikah tanggal 16 Agustus 2009 dinikahkan dengan Samsuri didepan jenazah ayahnya malam itu, dengan mas kawin Rp.100 ribu. Usai proses akad nikah, Resia tak kuasa menahan emosi saat melihat wajah Mbah Surip dan lalu jatuh pingsan.
Selamat jalan Mbah Surip, Semoga Mbah Surip tenang di alam sana. Meski hanya sepenggal lagu, namun lantunanmu mengisi riang hati banyak orang di negeri ini.

Mbah Surip
Hari Selasa 4 Agustus 2009 pukul 10.20 WIB Urip Ariyanto atau dikenal dengan nama Mbah Surip meninggal. Mbah Surip meninggal saat dilarikan ke Rumah Sakit Pusdikkes setelah sebelumnya dirawat di rumah pelawak Mamiek Srimulat.
Menurut informasi perawat UGD RS Pusdikkes, Mbah Surip meninggal karena mengalami gagal jantung, diduga akibat kondisi fisik yang kelelahan karena kurang istirahat.
Sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dari Mojokerto, jenasah mbah Surip disemayamkan di Aula Bengkel Teater, Citayam, Depok , Jawa Barat. Dan akan dimakamkan di Pemakaman Bengkel Teater Citayam, Depok, Jawa Barat hari Rabu, 5 Agustus 2009 sekitar pukul 10.00 WIB.
Mbah Surip diketahui memiliki 4 orang anak, Tita (27), Varid (25), Risna alias Krisna (24), dan Ivo (22).
Mbah surip adalah seorang seniman yang mengawali karir sebagai pengamen jalanan. Dan setelah 20 tahun kemudian akhirnya dedikasi Mbah Surip membuahkan kesuksesan. Lagu “Tak Gendong” yang dirilis Falcon Record akhir April 2009 berhasil melejitkan popularitas Mbah Surip dan sukses meraup milliaran rupiah. Perolehan dari Ring Back Tone bahkan berhasil mencapai 2 Milliar dalam waktu 2 bulan.
Kini Mbah Surip telah meninggal, ditengah kesuksesan atas dedikasi jiwa seninya. Selamat jalan Mbah Surip. I Love you full.